BUDIDAYA KELAPA SAWIT

Analisa Daun Kelapa Sawit dan Pemupukan Optimal

analisa daun kelapa sawit
Bagikan:

Analisa Daun Kelapa Sawit – Halo sobat Planter apakabar semuanya, semoga kesuksesan selalu menyertai rekan-rekan semua. Pada artikel kali ini, kami ingin membahas mengenai topik yang cukup menarik untuk di bahas, kenapa demikian? karena berhubungan dengan pemupukan.

Berbicara mengenai pemupukan, tidak terlepas dari penentuan dosis dan jenis berdasarkan kebutuhan tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan di lahan yang telah kita persiapkan. Penentuan dosis dan jenis tersebut sering disebut juga dengan Rekomendasi Pemupukan.

Analisa daun sawit pertama kali ditentukan berdasarkan keseragaman tanaman di suatu areal, semakin beragam kondisi tanaman dan lahan, maka akan semakin banyak pula jumlah sampel daun yang harus dianalisa. Selanjutnya uUntuk melakukan analisa daun dibutuhkan suatu fasilitas laboratorium pengujian atau analisa sampel jaringan tanaman.

Laboratorium tersebut tentunya didukung oleh sumber daya yang cukup untuk melakukan analisa sampel jaringan tanaman. Dalam artikel ini kita tidak banyak membahas mengenai laboratorium nya melainkan dari sisi agronomis dan ekonomi.

Kedua aspek tersebut saling terkait sebagai dasar keputusan dan evaluasi dosis dan jenis pupuk yang akan diberikan kepada sawit. Apabila salah dalam menentukan dosis dan jenis pupuk maka akan berdampak pada tanaman kelapa sawit seperti defisiensi atau kelebihan nutrisi.

Dampak Pemupukan terhadap Aspek Agronomis

Dampak dari aspek agronomi tanaman kelapa sawit apabila dosis dan jenis tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman kelapa sawit adalah tanaman mengalami defisiensi unsur hara dan berujung pada tanaman yang stres.

Kita sama sama tau jika tanaman mengalami stres maka perlu waktu yang lama untuk memulihkannya serta membutuhkan usaha yang cukup besar agar tanaman dapat berproduksi optimal kembali.

Sedikit berbagi pengalaman dari petani kelapa sawit yang pernah saya kunjungi, bahwa ditemukan tanaman yang menghasilkan hanya bunga jantan saja hampir pada 80% populasi tanaman disuatu areal. Pada saat itu saya hanya mengatakan bahwa tanaman telah mengalami stres berat.

Stres bisa disebabkan oleh kurang air atau kurang nutrisi, tergantung mana yang paling mendominasi. Untuk mengetahui penyebab pastinya kami langsung melakukan Leaf Sampling Unit atau Kesatuan Contoh Daun atau mengambil sampel daun yang berasal dari pelepah ke-17.

Setelah dilakukan pengambilan sampel daun selanjutnya kami kirim ke Laboratorium untuk dilakukan analisa kandungan unsur hara pada jaringan tanaman. Berdasarkan hasil interpretasi yang kami lakukan ternyata tanaman mengalami defisiensi unsur P (fosfor).

Kita tau bahwa sederhananya fungsi unsur P sangat berhubungan erat dengan rangsangan pembentukan buah, singkat cerita, keluarlah laporan rekomendasi pemupukan dan langsung dilakukan diskusi oleh pemilih kebun tersebut.

Selang waktu lebih kurang 9 bulan, pemilik melaporkan kepada kami bahwa bunga betina sudah mulai banyak dan bunga jantan menurun artinya sex ratio semakin tinggi setelah diaplikasikan pupuk yang mengandung unsur hara P (fosfor).

Nah itu lah dampak jika kita tidak cermat dalam menentukan dosis dan jenis pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit, bisa stres kepada tanamannya.

Dampak Pemupukan terhadap Aspek Ekonomi

Selain berdampak pada tanaman, tentunya juga berdampak pada aspek ekonomi. Kenapa berdampak pada aspek ekonomi?

Begini, apabila kita salam dalam menentukan misalkan dosis yang terlalu rendah atau jenis pupuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman, maka produksi optimal TBS tidak akan pernah tercapai dikarenakan asupan nutrisi yang tidak sesuai.

Sebaliknya apabila dosis yang diberikan berlebih maka akan ada cost atau biaya pemupukan yang terbuang karena sejatinya tanaman hanya menyerap unsur hara sesuai dengan kebutuhannya. Apabila tidak terserap maka sisa unsur hara atau pupuk akan membentuk residu di dalam tanah.

Selain membentuk residu, secara alamiah akan berikatan dengan unsur kimia lainnya bahkan ada yang menguap atau tercuci.

Kesimpulan

Dari hasil ulasan singkat tersebut, hal yang bisa kita ambil adalah bahwa analisa daun kelapa sawit sangatlah penting untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman kelapa sawit secara tepat dan akurat.

Walaupun sebenarnya tanaman kelapa sawit tidak dipupuk tetap dapat berbuah, namun perlu diingat bahwa saat ini tanaman kelapa sawit dijadikan sebagai sumber mata pencaharian, maka sudah seharusnya kita menghilangkan cara pandang yang seperti itu.

Pada artikel sebelumnya saya membahas mengenai potensi produksi kelapa sawit pada setiap usia tanaman, tentunya hal itu bisa tercapai apabila kita telah tepat memenuhi kebutuhan asupan nutrisi kepada tanaman kelapa sawit.

Pada artikel berikutnya kami membahas mengenai Leaf Sampling Unit dan Soil Sampling Unit untuk Penyusunan kebutuhan pupuk yang paling tepat.

Demikian artikel kali ini, semoga memberikan manfaat untuk perkembangan dan kesuksesan dalam berbisnis di perkebunan kelapa sawit. Salam Tandan Emas, Wassalam

Leave a Comment

Artikel Terkait:

Artikel Terbaru: