Perbedaan Pupuk Rp dan TSP – Produksi TBS yang tinggi tentunya menjadi harapan yang paling utama bagi kita yang menggeluti bisnis perkebunan kelapa sawit. Kenyataanya ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi besar atau kecilnya produktivitas TBS di kebun kelapa sawit. Beberapa faktor diantaranya adalah:

  • Jenis bibit
  • Luas lahan
  • Dosis pemupukan
  • Jenis pupuk yang digunakan (menyakut pada kualitas)
  • Manajemen gulma
  • Topografi lahan
  • Jenis tanah (Pasiran/Mineral/Gambut)
  • Ketinggian dari permukaan laut
  • Ada atau tidaknya serangan hama dan penyakit tanaman
  • Program penunasan
  • Curah hujan
  • Intensitas cahaya matahari
  • Sosial dan budaya
  • Kompetensi sumber daya manusia (SDM)
  • Dan masih banyak lagi

Semua faktor yang kami sebutkan di atas adalah faktor terbesar yang mempengaruhi produksi Yield tanaman kelapa sawit. Namun ada hal menarik yang ingin saya bahas disini dan saya rasa kita juga sudah mengetahui ini sejak lama yaitu penggunaan jenis pupuk yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan hara yang sama yaitu Fosfor.

Sumber Unsur P

Unsur fosfor merupakan senyawa makro yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit untuk beragam metabolisme di dalam jaringan tanaman. Mulai dari pengembangan jaringan akar, bahan baku dalam sistesis DNA/RNA dalam sebuah sel, sumber energi atau yang dikenal dengan ATP (Adenin Tri Phosphate), meningkatkan pembentukan bunga dan buah dan meningkatkan efektivitas dalam proses fotosintesis.

Terdapat banyak sekali material pupuk yang mengandung unsur P ini diantaranya Rock Phosphate (RP) dan Triple Super Phosphate (TSP). Masih banyak lagi sebenarnya komoditi pupuk yang mengandung P namun hal itu tidak kami ulas dalam artikel ini.

Baca Juga :  Analisa Daun Kelapa Sawit dan Pemupukan Optimal

Pupuk Rock Phosphate atau dikenal dengan Batuan Fosfat adalah bahan baku alami yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pertanian. Terbentuk dari mineral fosfat alam, rock fosfat kaya akan fosfor, salah satu unsur hara esensial untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk RP terbuat dari penggilingan batuan fosfat alam. Proses ini menghasilkan bubuk yang kaya fosfor, mudah dicerna oleh tanaman, dan langsung tersedia untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Berdasarkan standar SNI 02 3776 2005, pupuk RP mengandung senyawa P2O5 minimal : 28% untuk mutu A, 24% untuk mutu B, 14% untuk mutu C dan 10% untuk mutu D. Secara rumus kimia batuan fosfat terdiri dari [Ca5(PO4,CO3)3(F,OH)], sehingga sangat dimungkinkan menjadi bahan baku penyediaan unsur P bagi tanaman kelapa sawit.

Sumber P berikutnya adalah berasal dari Pupuk Triple Super Phosphate disingkat TSP. Pupuk TSP adalah salah satu jenis pupuk yang telah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam industri pertanian. Perbedaan antara RP dan TSP adalah proses pembuatannya itu sendiri, jika pupuk RP hanya dilakukan penghalusan sesuai dengan ukuran butiran tertentu tanpa adanya proses pengkayaan di pabrik. Sedangkan pupuk TSP adalah batuan yang diolah lebih lanjut dalam suatu plant pabrik yang direaksikan dengan asam anorganik dengan tujuan untuk meningkatkan kadar P2O5 nya.

Berdasarkan standar SNI 02 0086 2005, pupuk TSP mengandung senyawa P2O5 minimal 45% dengan rumus kimianya adalah Ca(H2PO4)2.H2O. Adapun manfaat untuk pupuk TSP sendiri sama hal nya dengan RP itu sendiri dalam proses metabolisme pada tanaman kelapa sawit. Namun yang menjadi perbedaan adalah kadar P2O5 tersedianya yang cepat tersedia dan diserap oleh feeding root tanaman kelapa sawit.

Perbandingan Produksi dari Penggunakan Jenis Pupuk

Setelah kita membahas faktor apa saja yang menentukan produksi beserta salah satu sumber unsur hara penting di dalam industri perkebunan kelapa sawit, selanjutnya saya ingin memberikan hasil capaian dari salah satu klien kami yang melakukan perbandingan pemakaian pupuk.

Baca Juga :  Leaf Sampling Unit Kelapa Sawit untuk Peningkatan Produksi TBS

Berikut ini data yang kami rangkum untuk mempermudah dalam melihat hasil aplikasi Pupuk RP dan TSP di areal kebun kelapa sawit rakyat:

Nama Klien : Bapak Yuji Siregar

Lokasi Kebun : Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh

Luas Demplot : 35 Ha

Jenis Tanah : Mineral dengan teksur Lempung Liat Berpasir

Hasil Produksi : Bulan Oktober 2023

Berikut ini tabel hasil produksi yang diperoleh secara real.

perbandingan hasil rp dan tsp

Analisa dan Pembahasan

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, memang luas panen juga mempengaruhi jumlah produksi yang dicapai, oleh sebab itu untuk bagian ini kita mengabaikan saja terkait faktor luas panen tersebut. Karena akhir data yang akan kita bandingkan adalah produksi per Ha/bulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, produksi TBS pada saat menggunakan pupuk RP adalah 1,47 ton/Ha/Bulan dan hasil yang diperoleh dari penggunaan pupuk TSP adalah 2.13 Ton/Ha/Bulan.

Berdasarkan perhitungan produksi tersebut kita mendapatkan data selisih sebesar 68,7%. Artinya dari penggunaan pupuk TSP, diperoleh kenaikan sebesar 68,7%. Dan ini perlu dianalisis lebih lanjut terkait penggunaan dosis yang tepat agar pemakaian pupuk tidak terlalu berlebih dan juga tidak kurang sehingga tanaman bisa berproduksi secara optimal dan tanah juga tetap memiliki kesehatan kesuburan yang baik.

Kesimpulan

Kandungan P2O5 yang terkandung dalam masing-masing pupuk dapat mempengaruhi produksi TBS sehingga pemakaian pupuk TSP perlu pertimbangan untuk digunakan dalam peningkatan atau perbaikan perkebunan kelapa sawit. Dalam menentukan dosis pemupukan, disarankan untuk terlebih dahulu melakukan Leaf Sampling Unit agar diketahui kesehatan tanaman dan kebutuhan pupuk untuk berproduksi secara optimal.

Demikian artikel yang kami sampaikan, semoga bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan dari pemakaian pupuk RP atau TSP di perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga :  LSU Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Produktivitas Sawit
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *