BUDIDAYA KELAPA SAWIT

Produksi Sawit per Ha per Tahun

produksi sawit per ha
Bagikan:

Produksi Sawit – Hai Petani Hebat dan Petani Cerdas, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk tetap berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi rakyat melalui budidaya perkebunan kelapa sawit. Pada artikel kali ini, admin ingin membagikan informasi seputar potensi produksi sawit setiap Ha berdasarkan kelas lahan yang ada di Indonesia.

Banyak sekali rekan rekan tani yang membutuhkan informasi ini tentunya, dengan harapan ada data acuan untuk produktivitas TBS yang ditanam di lahan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Baik, disini kami ingin memberikan informasi yang cukup menarik mengenai potensi produksi standar, jumlah tandan dan berat janjang rata-rata dari tanaman kelapa sawit unggul yang ditaman. Memang data ini tidak bisa dijadikan patokan utama dalam menentukan potensi produksi, tetapi setidaknya bisa dijadikan pembanding.

Kenapa harus dibandingkan?

Karena dalam setiap tahunnya, tentunya rekan-rekan tani membuat target produksi, dimana target produksi tersebut didasari oleh usia tanam, kelas lahan, pemupukan dan perawatan yang telah dilakukan.

Ke-empat parameter tersebut harus cukup dan dilaksanakan sesuai standar dan kondisi dilapangan agar tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Baik, tidak usah berpanjang lebar dalam kalimat pembukaan, berikut ini grafik-grafik yang terkait dengan produksi tanaman kelapa sawit, silahkan digunakan sebagai acuan dalam menentukan target produksi secara konservatif.

Potensi Produksi per Ha per Tahun (Protas)

Potensi produksi per Ha per tahun ditentukan berdasarkan usia tanam dan kelas lahan di Indonesia, data ini diolah dan diacu dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dimana dalam penentuan propduksi ini tentunya didasari oleh penelitian dan pengalaman yang dari Peneliti di PPKS.

Adapun acuan produksi dapat dilihat pada Gambar berikut ini:

Kurva produksi tonase TBS per Ha per Tahun

Berdasarkan gambar di atas, dapat kita lihat bahwa produksi optimal mulai diperoleh pada usia tanaman 9 sampai 16 Tahun, maka pada momen ini sering kali kita merasakan produksi yang banyak.

Tentunya hal ini harus didukung oleh program pemupukan dan perawatan yang baik pula, sehingga capaian produksi bisa di peroleh mendekati atau bahkan lebih dari potensi produksi yang kami paparkan pada Gambar di atas.

Potensi Jumlah Janjang per Pohon per Tahun

Setelah kita bahas mengenai produksi, tidak bisa kita abaikan dari jumlah tandan yang harus kita peroleh untuk setiap pohonnya selama 1 tahun. Bagaimana mungkin protas bisa tercapai jika jumlah tandan hanya sedikit sedangkan berat janjang rata-rata juga tidak tercapai.

Pada gambar berikut ini, kami memaparkan data potensi jumlah tandan per pohon yang diacu dari PPKS.

Kurva Jumlah Tandan per Pohon

Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa semakin tua usia tanaman, maka semakin sedikit jumlah tandan dalam setiap pohonnya.

Selain usia tanaman yang mempengaruhi jumlah tandan, terdapat faktor nutrisi yang menjadi penyebabnya. Dimana sedikit atau banyak jumlah tandan, tergantung dari Sex Ratio dan Sex Ratio dipengaruhi oleh nutrisi dan iklim.

Apabila tanaman mengalami kekurangan nutrisi di tambah lagi mengalami cekaman iklim seperti curah hujan dan lama penyinaran maka tanaman cenderung mengalami stres.

Potensi Berat Janjang Rata-rata per Tandan per Usia Tanam

Selain protas dan jumlah tandan, masih ada satu lagi yang harus diperhatikan agar produksi bisa tercapai, yakni berat setiap tandan TBS rata-rata atau sering dikenal dengan BJR atau komidel. Lebih jelasnya mengenai potensi BJR dapat dilihat pada Gambar berikut ini

Kurva BJR

Wow, bisa kita lihat bahwa semakin tua usia tanaman maka BJR semakin tinggi namun sebaliknya dengan Jumlah Tandan. Jika kita lihat maka ternyata Tuhan itu maha adil, BJR naik tetapi Jumlah Tandan menurun, hehehe (just kidding)

Baik kita balik lagi, bila kita analisis ternyata semakin tua tanaman bisa menghasilkan BJR sampai dengan 35 Kg/Tandan atau bahkan ada yang sampai 120 Kg/tandan, tentunya ini harus diimbangi dengan pemupukan dan perawatan agar kita tidak kehilangan momen kemampuan produksi TBS.

Berdasarkan dari pengalaman yang telah kami uji, untuk senantiasa menaikkan BJR, naikkan dosis pemupukan Urea dan KCl (MOP), waduh pupuk mahal pula yang harus dinaikkan ya?

Ya itu kembali kepada rekan petani, mau ditangani seperti apa untuk tanaman kelapa sawitnya, kami hanya memberikan kisi kisinya.

Kesimpulan

Baiklah sudah saatnya sampai disini pembahasan kita mengenai protensi produksi TBS berdasarkan hasil studi dan pengalaman PPKS yang berhasil kami himpun.

Tentunya rekan-rekan Tani bisa melebihi capaian produksi grafik di atas, hal ini tentunya bergantung pada parameter:

  • Dosis pemupukan
  • Jenis pupuk
  • Waktu pemupukan
  • Cara pemupukan
  • Lokasi pemupukan
  • Perawatan mencakup penunasan dan pengendalian gulma
  • Tingkat serangan Hama dan Penyakit
  • Konservasi tanah dan air

Semua parameter di atas, kalau rekan tani bisa atasi, maka produksi bisa tercapai sesuai dengan potensi konservatif yang kami sampaikan di atas, bahkan bisa lebih atau diatas dari potensi tersebut. Selain itu untuk meminimalisasi bias dalam pemupukan, rekan-rekan tani dapat melakukan Rekomendasi Pemupukan

Intinya berapa yang kita masukkan (input) melalui usaha tidak akan menghianati hasil (outpout) oleh sebab itu, tetaplah semangat untuk berusaha mencapai target produksi. Sehingga kita mampu menjadi Petani Hebat dan Petani Cerdas.

Salam Tandan Emas… Wassalam

One Thought to “Produksi Sawit per Ha per Tahun”

  1. […] artikel sebelumnya saya membahas mengenai potensi produksi kelapa sawit pada setiap usia tanaman, tentunya hal itu bisa tercapai apabila kita telah tepat memenuhi […]

Leave a Comment

Artikel Terkait:

Artikel Terbaru: