Cara Membuat Biochar Dari Gulma Liar Secara Tradisional

cara membuat biochar

Cara membuat biochar diantaranya adalah secara tradisional. Pembuatan biochar secara tradisional ini dirujuk dari Petunjuk Teknis Pembuatan Biochar yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanah Bogor.

Tanpa kita sadari bahwa selama ini gulma yang hidup secara liar merupakan sumber yang potensial untuk dijadikan sebagai amelioran (bahan pembenah tanah).

Dengan sedikit usaha yaitu memotong, mengumpulkan dan membakar maka gulma liar dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah di lahan pertanian atau perkebunan.

Apa Itu Gulma?

Gulma adalah tumbuhan liar yang keberadaannya sangat tidak diinginkan oleh petani.

Sifat dan karakternya yang cendrung sebagai faktor penghambat pertumbuhan tanaman induk, mengakibatkan terjadinya penurunan produksi tanaman apabila penanggulangan gulma tidak dilakukan secara baik.

Disini kami akan coba memberikan sedikit informasi tentang pemanfaatan gulma liar sebagai bahan pembenah tanah.

Baca Juga:

Meningkatkan Kesuburan Tanah dengan Biochar (Karbon)

Cara Membuat Biochar dari Gulma Liar

Biochar yang berasal dari gulma liar, ranting-ranting kayu dan sisa pakan sapi yang dapat dibuat dengan cara berikut:

  1. Buatlah lubang dengan ukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter dan kedalaman 60 cm dari permukaan tanah.
  2. Dasar lubang dibuat miring untuk memudahkan keluarnya asap dengan kedalamanbagian lain hanya 40-45 cm.
  3. Masukkan ranting-ranting atau sisa gulma yang telah kering sambil ditata membujur searah dengan panjang lubang.
  4. Ranting disusun harus padat dan hindari terlalu banyak rongga untuk mengurangi udara (oksigen).
  5. Beri dan tumpukkan kayu di bagian atas dengan ketinggian maksimal 10-20 cm.
  6. Nyalakan api di bagian dalam lubang dan biarkan sampai menyala stabil dan sebagian ujung ranting terbakar.
  7. Tutup bagian atas tumpukkan kayu dengan daun pisang atau daun lainnya kemudian timbun dengan tanah.
  8. Bagian yang dangkal (40-45 cm) biarkan terbuka berkisar 10-15 cm x 100 cm untuk jalan keluar asap.
  9. Penimbunan dilakukan dengan cara tertata rapi agar asap tidak keluar kecuali dari lubang yang dibuat sebelumnya.
  10. Apabila ada kebocoran, lakukan penutupan dengan tanah.
  11. Ketika warna asap mulai jernih, selanjutnya lubang untuk jalan keluar asap ditutup seperti bagian lain sampai tidak ada kebocoran asap yang keluar.
  12. Setelah semua sisa ranting terbakar menjadi arang dengan waktu selama 6-8 jam, permukaan timbunan disiram dengan air hingga basah dan semua bara api menjadi mati.
  13. Setelah tidak ada asap yang keluar, buka timbunan dan keluarkan arang.
  14. Jemur arang hingga kering kemudian ditumbuk.
  15. Hasil tumbukan diayak dengan ayakan ukuran pori 0,5 cm agar butiran arang seragam.
  16. Campur arang dengan kotoran hewan untuk meningkatka kadar unsur hara.

Pembuatan secara tradisional ini memiliki kendala yaitu sulitnya mengatur suhu, sehingga sebagian besar bahan baku akan lebih banyak menjadi abu atau sebagian lainnya masih mentah dan selebihnya menjadi biochar dengan kualitas baik.

Demikianlah seputar informasi cara membuat biochar dari serasah rumput. Semoga informasi yang kami sajikan bermanfaat untuk menambah wawasan para pembaca serta dapat menjadi solusi dalam menangani gulma di lahan pertanian atau perkebunan.

Referensi:

Balai Penelitian Tanah Bogor. 2015. Petunjuk Teknis Pembuatan Biochar.

Leave a Comment