Mengapa pH Tanah Gambut Asam?

Tanah Gambut

1. Pengertian tanah gambut

Susun Bentang Alam – Kali ini kita akan membahas, penyebab pH tanah gambut asam. Sebelum kita lanjut mari kita simak dahulu pengertian tanah gambut itu sendiri.

Menurut Wikipedia.com, tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa – sisa tumbuhan yang telah membusuk.

Oleh sebab itu, tanah gambut sering disebut juga sebagai tanah berbahan organik tinggi.

2. Sifat fisika dan kimia tanah gambut

Sifat kimia seperti pH, kadar abu, kadar total N P K, Kejenuhan Basa (KB) dan hara mikro. Sehingga, sifat kimia tersebut adalah informasi yang perlu diperhatikan dalam pemupukan di tanah gambut.

Pada sifat fisika tanah gambut yang spesifik adalah Berat Isi (Bulk Density). Jika berat isi rendah maka daya cengkram dan daya menahan akan semakin rendah.

Pengendalian tanah gambut perlu dilakukan untuk menurunkan laju subsiden (penurunan permukaan tanah) dan sifat irreversible drying (sulit untuk basah kembali jika mengering).

3. Mengapa pH tanah gambut asam?

Tanah gambut memiliki sifat asam yang tinggi dengan nilai pH berkisar 3,00 – 4,00. Sebagian besar tanah gambut di Indonesia bereaksi asam hingga sangat asam dengan pH dibawah 4,00.

3.1. Penyebab pH asam pada tanah gambut

Penyebab pH tanah berbahan organik tinggi (gambut) ini asam adalah senyawa asam organik seperti asam humat dan asam fulvat.

Gugus karboksil (COOH) dan Fenol (C6H5OH) pada senyawa asam organik tersebut menjadi faktor penurunan pH tanah gambut.

Golongan Fenol yang pada tanah gambut berasal dari sisa pelapukan kayu yang mengandung senyawa Lignin tinggi. Pada keadaan anaerob (tanpa oksigen) senyawa Lignin akan membentuk senyawa alifatik dan asam-asam fenolat.

Menurut Kononova Tahun 1968 sebagian besar asam-asam tersebut bersifat racun bagi tanaman yang tumbuh disekitarnya.

Berdasarkan beberapa reaksi dan siklus di atas maka pemberian pupuk Dolomite ataupun Kapur Pertanian (Kaptan) sangatlah tidak dianjurkan.

Mengapa demikian? Karena reaksi pengapuran pada tanah menggunakan kedua pupuk tersebut melibatkan logam Al (Aluminium), sementara di dalam tanah gambut kandungan logam Al tersebut sangat rendah bahkan tidah ada (tidak terdeteksi).

Baca Juga:

Rekasi Pengapuran Tanah Menggunakan Pupuk Dolomite dan Kaptan

3.2. Bagaimana reaksi kimia tanah gambut

Untuk lebih jelasnya mari kita ulas perlahan bagaimana reaksi yang terjadi, jika kita memberikan pupuk Dolomite atau Kaptan di tanah gambut.

Kalsium karbonat (CaCO3) yang terkandung dalam kedua pupuk tersebut akan bereaksi dengan asam-asam organik di dalam tanah gambut. 

Ditinjau dari masalah diatas, Sebenarnya proses pengapuran menggunakan pupuk Dolomite atau Kapur Pertanian merupakan hal yang sangat tidak efektif. Berikut adalah ilustrasi reaksi kimia antara asam organik dengan ion Karbonat pada pupuk Dolomite dan Kaptan:

Reaksi asam organik dengan pupuk dolomite

Untuk lebih jelas mengenai reaksi pengapuran pada tanah silahkan klik judul artikel dibawah ini:

Berdasarkan ilustrasi reaksi kimia yang terjadi, bahwa senyawa fenolat (asam organik) akan bereaksi dengan ion karbonat (CO3) dari pupuk Dolomite dan Kaptan menghasilkan ion Fenoxide yang bersifat racun bagi tanaman dan ion Bicarbonate (HCO3).

Tahukah anda, bahwa senyawa Fenoxide atau Fenate merupakan senyawa yang dapat menghambat proses perkembangan akar tanaman.

Sementara itu jika kandungan ion Bicarbotae (HCO3) menjadi lebih tinggi maka pH tanah gambut akan semakin asam dan pada akhirnya kualitas tanah gambut menjadi turun dan sulit untuk diperbaiki.

Baca Juga:

Dampak pH Asam bagi Tanaman Kelapa Sawit

Kesimpulan

Baiklah itu saja yang bisa saya sampaikan tentang topik mengapa pH tanah gambut asam. Sebagai kesimpulan:

Keasaman pada tanah gambut disebabkan oleh golongan asam organik seperti Fenol.

Pemberian pupuk Dolomite atau Kaptan untuk tujuan pengapuran sangat tidak dianjurkan.

Penulis telah berupaya keras untuk memberikan informasi sejelas mungkin. Jika ada pertanyaan silahkan ditulis pada kolom komentar.

Jika tulisan ini menarik dan menambah wawasan Anda, silahkan dibagikan agar memberikan manfaat untuk rekan kita lainnya. Terimakasih

Referensi :
Hartatik, W., Subiksa I, G, M dan Al Dariah. Sifat Kimia dan Fisik Tanah Gambut
https://socratic.org/questions/why-is-phenoxide-ion-a-stronger-acid-than-alkoxide-ion

Leave a Comment