Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk

Kesalahan LSU Sawit
Pengambilan Leaf Sampling Unit

Susun Bentang Alam – Kesalahan LSU Sawit merupakan faktor yang mengakibatkan kesalahan dosis dan jenis pupuk yang diberikan untuk tanaman kelapa sawit.

LSU atau KCD adalah kumpulan sampel daun yang diperoleh dari beberapa tanaman kelapa sawit dibeberapa lokasi yang mewakili kondisi seluruh tanaman di perkebunan kelapa sawit.

Ada banyak tujuan LSU atau KCD adalah:

  • Memantau kualitas tanaman
  • Mengidentifikasi gejalah defisiensi unsur hara
  • Mengidentifikasi adanya serangan hama dan penyakit tanaman
  • Memberikan rekomendasi pemupukan dan masih banyak lagi.
  • Serta untuk keperluan lainnya.

Kesalahan yang sering terjadi pada saat dilakukan pengambilan sampel daun sawit diantaranya adalah:

Baca Juga: Sampel Daun Sawit, Apa Manfaatnya?

A. Kesalahan LSU Terjadi Karena Salah Menentukan Nomor Pohon

Pelepah yang diambil untuk kegiatan LSU atau KCD adalah pelepah ke-17 untuk tanaman menghasilkan (TM) dan pelepah ke-9 untuk tanaman belum menghasilkan (TBM).

Kunci suksesnya dari kegiatan LSU atau KCD adalah penentuan nomor pelepah. Kenapa demikian?

Apabila pelepah yang kita ambil adalah pelepah muda (kecil dari 17 untuk TM dan kecil dari 9 untuk TBM) atau sebaliknya maka terjadi penyimpangan pada hasil analisa laboratorium.

Jika diambil dari pelepah yang lebih mudah pelepah ke-17 atau ke-9, maka kandungan nutrisi akan lebih tinggi dari yang seharusnya.

Sebaliknya jika pelepah diambil lebih tua dari pelepah ke-17 atau ke-9, maka kandungan nutrisi akan lebih rendah dari yang seharusnya.

Kesalahan LSU sawit berikutnya adalah:

B. Kompetensi Petugas Pengambil Sampel

Petugas pengambil sampel memiliki tanggung jawab terhadap proses pengambilan sampel. Dalam hal ini, sampel yang kita maksud adalah sampel daun sawit.

Personel yang melakukan pengambilan sampel daun sebaiknya harus memiliki kompetensi secara khusus dibidang pengambilan sampel jaringan tanaman dari tanaman kelapa sawit.

Mengapa demikian? Karena untuk melakukan pengambilan sampel jaringan tanaman dari tanaman kelapa sawit, diperlukan keahlian khusus untuk meminimalisasi kesalahan.

Perlu diketahui bahwa, sampel daun sawit yang diambil akan dibawa ke laboratorium pengujian, dengan tujuan untuk ditentukannya konsentrasi nutrisi yang terkandung pada tanaman kelapa sawit.

Personel yang tidak memiliki kompetensi, maka dapat disimpulkan bahwa data hasil analisa laboratorium bersifat tidak akurat dan presisi.

Hal ini berujung pada salahnya dosis dan jenis pupuk yang akan diaplikasikan ke tanaman kelapa sawit.

C. Salah Penentuan Pohon Contoh

Pohon yang akan dijadikan sebagai pohon contoh juga harus dipilih sebaik mungkin. Sifatnya adalah mewakili keseluruhan tanaman yang ada di suatu perkebunan.

Banyak diantara kita, terutama apabila bekerja tanpa adanya pengawasan dari supervisor (mandor) melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan SOP yang ada.

Manasajakah pohon yang tidak bisa dijadikan sebagai pohon contoh:

  1. Pohon berada di tepi jalan, sungai, parit, jurang, pemukiman (rumah), kandang hewan ternak.
  2. Pohon yang terserang hama atau penyakit tanaman.
  3. Pohon sisipan.
  4. Pohon kerdil atau gajah (abnormal).
  5. Pohon yang terkena penanganan khusus.

Intinya, penentuan pohon contoh harus bersifat mewakili dari sekumpulan tanaman kelapa sawit pada satu hamparan.

D. Pengambilan Sampel Dilakukan Pada Saat Hujan

Saat hujan, sebaiknya proses pengambilan tidak dilakukan. Apabila kegiatan pengambilan sampel sedang berlangsung, maka harus dihentikan.

Selain menyulitkan pertugas pengambil sampel, terdapat beberapa dampak buruk apabila tetap dilakukan pengambilan sampel daun atau tanah.

Selanjutnya dampak yang timbul adalah pada air hujan mengandung partikel-partikel yang berasal dari udara seperti SOx, NOx dan partikel lainnya sehingga akan memberikan kontaminasi pada sampel yang diambil.

Jadi, hindari pengambilan sampel daun dan tanah di perkebunan sawit pada saat cuaca sedang hujan.

E. Pengambilan Dilakukan Setelah Pemupukan

Pengambilan sampel yang dilakukan setelah pemupukan, menyebabkan terjadinya penyimpangan kandungan nutrisi pada daun yang akan kita ambil (biasanya lebih tinggi dari nilai rata-rata)

Usahakan pengambilan sampel daun dilakukan setelah 1 bulan dari proses pemupukan.

Jika tetap dilakukan, dampak yang timbul adalah dosis dan jenis pupuk yang diberikan menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarna.

Saat setelah (2 atau 3 hari setelah pemupukan) biasanya unsur hara di daun akan lebih tinggi dari biasanya.

Karena proses transfer nutrisi pada serabut (urat) pohon masih sangat tinggi. Nutrisi tersebut belum menjadi penyusun jaringan tumbuhan melainkan masih dalam tahap sintesis.

F. Pengambilan sampel daun dari pohon yang sakit

Tanaman yang terserang hama atau penyakit genetik lainnya, biasanya ketidakseimbangan nutrisi sangat mungkin terjadi.

Hal ini karena terganggunya sistem metabolisme tumbuhan yang disebabkan oleh adanya gangguan secara internal atau eksternal.

Sungguh sangat fatal apabila pohon  seperti ini dijadikan sebagai pohon contoh karena rekomendasi pupuk yang diberikan menjadi tidak sesuai.

G. Kesalahan LSU Sawit Karena Sampel Daun atau Pelepah Menyentuh Tanah

Pada saat proses pengambilan sampel, kita sering tidak memperhatikan posisi pelepah yang menyentuh  tanah.

Memang pada saat pelepah itu jatuh dari pohon pasti akan menyentuh tanah karena akan cukup berbahaya jika kita tangkap.

Mengatasi hal ini, sebisa mungkin meminimalisasi kontak antara sampel jaringan tanaman dengan tanah.

Hal ini akan menyebabkan adanya kontaminasi dari tanah sehingga data yang dihasilkan menjadi menyimpang.

Terlebih lagi apabila sampel tidak dibersihkan oleh akuades atau alkohol.

H. Sampel jaringan tanaman tidak dibersihkan dengan akuades atau alkohol

Pembersihan sangat penting untuk dilakukan karena pada tahap ini, semua pengotor yang menempel di permukaan daun (sampel) menjadi kontaminan pada proses analisa sampel di laboratorium.

Terkadang ada petugas pengambil sampel yang tidak pernah membersihkan sampel daunnya dengan akuades atau alkohol.

Hal ini jangan dilakukan karena akan berdampak besar terhadap data yang dihasilkan.

Memang jika dikaji lebih dalam terhadap data yang dihasilkan bahwa antara data yang dihasilkan dari sampel yang dibersihkan dan tidak dibersihkan tidak berbeda secara nyata.

Tetapi ada beberapa parameter yang memiliki pengaruh yang tinggi seperti Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) sehingga pembersihan harus dilakukan.

Selain itu hal tersebut mencerminkan konsistensi kita dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.

Demikian penjelasan mengenai kesalahan lsu sawit yang sering terjadi pada proses pengambilan Leaf Sampling Unit. Semoga bermanfaat, Terimakasih

Salam Tanda Berduri.

Leave a Comment