Jenis Pupuk Sawit Yang Perlu Anda Persiapkan Selalu

Jenis Pupuk Tanaman Kelapa Sawit
Jenis Pupuk Sawit

Susun Bentang Alam – Perawatan dan manajemen perkebunan kelapa sawit, tidak terlepas dari kegiatan pemupukan. Hingga saat ini jenis pupuk sawit yang beredar untuk sangatlah banyak jenisnya diantaranya adalah pupuk organik dan arnoganik.

Masing-masing jenis pupuk tersebut memiliki kategori berdasarkan unsur yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu mari kita simak satu per satu.

A. Pengertian Pupuk

Pupuk adalah suatu zat atau material yang diberikan untuk tanaman. Meterial subur ini (pupuk) berfungsi untuk mengubah sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga tanaman menjadi terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

Novizan Tahun 2005 menjelaskan bahwa pupuk adalah material yang sengaja ditambahkan ke tanah atau pada tajuk tanaman. Tujuan pemupukan adalah untuk melengkapi ketersediaan unsur hara di dalam tanah dan tanaman.

Awalnya, bahan pembuat pupuk adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Seiring dengan berkembangnya zaman, saat ini terdapat ratusan jenis pupuk yang terdaftar di Kementrian Pertanian.

B. Jenis Pupuk Sawit

Tanaman kelapa sawit membutuhkan beberapa unsur yang paling dominan agar bisa tumbuh dan menghasilkan buah kelapa sawit secara optimal.

Penggunaan jenis pupuk yang dibutuhkan mengacu pada unsur-unsur yang dibutuhan tanaman kelapa sawit itu sendiri. Unsur tersebut terbagi ke dalam tiga golongan yaitu unsur makro, semi makro dan mikro.

B.1. Unsur makro untuk tanaman kelapa sawit

Unsur makro adalah sesuatu yang dibutuhkan banyak oleh tanaman kelapa sawit yaitu unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca).

Baca Juga: Fungsi Unsur Hara Bagi Tanaman Kelapa Sawit

Masing-masing unsur tersebut bisa diperoleh dari pupuk yang tersedia misalnya pupuk organik ataupun anorganik. Penggunaan pupuk organik ataupun anorganik bisa disesuaikan dengan tingkat ketersediaan unsur hara di dalam tanah.

Apabila suatu tanah mengandung unsur hara dalam jumlah yang sedikit, penggunaan pupuk organik belum dianjurkan namun yang tepat adalah penggunaan pupuk anorganik.

Sebaliknya jika unsur hara yang terkandung di dalam tanah tersedia cukup, maka dapat menggunakan pupuk organik untuk menambah kesuburan tanah.

Baca Juga:

Cara Meningkatkan Kesuburan Tanah

B.2. Unsur semi makro pada tanaman kelapa sawit

Golongan unsur semi makro pada tanaman kelapa sawit ialah unsur Belerang atau Sulfur (S) dan Klorida (Cl).

Sama seperti unsur makro, unsur semi makro ini bisa diperoleh dari penggunaan pupuk organik dan anorganik.

B.3. Unsur mikro pada tanaman kelapa sawit

Unsur mikro pada tanaman kelapa sawit adalah Boron (B), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Mangan (Mn), Besi (Fe) dan Molibdenum (Mo). Keenam unsur tersebut dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit dari pada unsur makro dan semi makro sehingga disebut sebagai unsur mikro pada tanaman kelapa sawit.

C. Jenis-jenis Pupuk untuk Tanaman Kelapa Sawit

Jenis pupuk yang digunakan pada perkebunan kelapa sawit sangat beragam. Terdapat jenis pupuk tunggal dan pupuk majemuk yang biasa digunakan.

Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsur saja misalnya pupuk Urea dominan mengandung unsur N, pupuk KCl dominan mengandung unsur K dan seterusnya.

Pupuk majemuk adalah pupuk yang dibuat melalui proses produksi di dalam pabrik yang sengaja dibuat dari campuran beberapa jenis pupuk tunggal.

Misalkan saja untuk membuat pupuk NPK dibutuhkan beberapa campuran jenis pupuk tunggal seperti pupuk ZA atau Urea, TSP atau RP dan KCl serta beberapa bahan tambahan agar mencapai 100% berat.

Saya akan membahas beberapa jenis pupuk tunggal yang mengandung unsur N, P, K, Mg, Ca, B, Cu dan Zn.

C.1. Pupuk yang mengandung unsur Nitrogen (N)

Golongan pupuk tunggal yang banyak mengandung unsur N adalah sebagai berikut:

C.1.1. Pupuk Urea

Berdasarkan SNI 2801:2010, Pupuk Urea adalah pupuk buatan jenis pupuk tunggal yang mengandung unsur hara utama yaitu Nitrogen (N) berbentuk butiran (prill) atau gelintiran (granular) dengan rumus kimia CO(NH2)2.

Syarat mutu yang ditetapkan pada SNI 2801:2010 untuk Pupuk Urea adalah sebagai berikut:

SNI 2801:2010 tentang Pupuk Urea

Semua persyaratan pupuk urea dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.1.2. Pupuk ZA

Pupuk ZA (Zwavelzuur Ammoniak) sering disebut sebagai Ammonium Sulfat adalah pupuk buatan yang berbentuk kristal dengan rumus kimia (NH4)2SO4 yang mengandung unsur hara nitrogen (N) dan belerang (S).

Pupuk Za yang berkualitas memiliki spesifikasi yang sesuai dengan SNI 02-1760-2005 (dapat dilihat pada tabel berikut):

SNI 02-1760-2005 tentang jenis pupuk ZA untuk kelapa sawit

Semua persyaratan pupuk ZA dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.2. Pupuk yang mengandung Unsur Fosfor (P)

Jenis pupuk tunggal yang sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur P pada tanaman kelapa sawit adalah:

C.2.1. Pupuk Rock Phosphate (RP)

Pupuk RP sering juga disebut sebagai pupuk batuan alam fosfat karena mengandung unsur P yang sangat tinggi hingga mencapai 32% sebagai P2O5.

Pupuk Rock Phostphate atau batuan fosfat alam adalah bahan baku galian yang sebagian besar mengandung mineral kalsium fosfat berasal dari batuan yang diproses menjadi bubuk (powder) yang digunakan secara langsung dalam pertanian dan dalam aplikasinya bisa dimodifikasi dalam bentuk bubuk, butiran dan granular.

Syarat mutu pupuk RP yang sesuai dengan persyaratan SNI 02-3776-2005 dapat dilihat pada tabel berikut:

SNI 02-3776-2005 tentang jenis Pupuk Batuan Alam Rock Phosphate (RP) untuk sawit

Semua persyaratan pupuk RP tersebut dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.2.2. Pupuk Triple Super Phosphate (TSP)

Pupuk tunggal yang mengandung unsur P berikutnya adalah pupuk Triple Super Phosphate atau disingkat pupuk TSP.

Pupuk TSP adalah pupuk buatan berbentuk butiran (granular) yang dibuat dari reaksi batuan fosfat (Pupuk RP) dengan asam fosfat sehingga dihasilkan senyawa dengan komponen utama mono kalsium fosfat yaitu Ca(H2PO4)2.

Syarat mutu pupuk TSP yang sesuai dengan persyaratan SNI 02-0086-2005 dapat dilihat pada tabel berikut:

SNI 02-0086-2005 tentang jenis pupuk tsp cocok untuk sawit

Semua persyaratan pupuk TSP tersebut dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.2.3. Pupuk Super Phosphate 36% (SP-36)

Pupuk Super Phosphate (SP) 36 adalah pupuk fosfat buatan berbentuk butiran (granular) yang dibuat dari batuan fosfat dengan campuran asam fosfat dan asam sulfat yang komponen utamanya mengandung unsur hara fosfor berupa mono kalsium fosfat Ca(H2PO4).

Syarat mutu pupuk SP-36 yang sesuai dengan persyaratan pada SNI 02-3769-2005 dapat dilihat pada tabel berikut:

SNI 02-3769-2005 tentang jenis pupuk SP-36 sesuai untuk sawit

Semua persyaratan pupuk SP-36 tersebut dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.3. Pupuk yang mengandung Unsur Kalium (K)

Jenis pupuk tunggal yang mengandung unsur kalium yang beredar di pasar hingga saat ini adalah pupuk kalium klorida (KCl) atau sering disebut pupuk mop (Muriate of Potash).

Pupuk mop adalah pupuk tunggal yang mengandung unsur hara kalium, berbentuk serbuk, butiran atau gelintiran dengan rumus kimia KCl.

Syarat mutu pupuk mop yang sesuai dengan persyaratan pada SNI 02-2805-2005 adalah sebagai berikut:

SNI 02-2805-2005 tentang pupuk mop

Semua syarat mutu pupuk mop tersebut dihitung berdasarkan bahan kering  (kecuali kadar air).

C.4. Pupuk yang mengandung Unsur Magnesium (Mg)

Pupuk tunggal yang sering digunakan untuk menyuplai unsur Mg berasal dari pupuk dolomite dan kieserite.

C.4.1. Pupuk Dolomite

Pupuk dolomite adalah pupuk yang berasal dari bahan mineral alam yang mengandung unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk bubuk dengan rumus kimia CaMg(CO3)2.

Syarat mutu pupuk dolomite yang sesuai dengan SNI 02-2804-2005 dapat dilihat pada tabel berikut:

SNI 02-2804-2005 tentang pupuk dolomite

Semua persyaratan pupuk dolomite tersebut ditentukan berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.4.2. Pupuk Kieserite

Pupuk yang mengandung unsur Mg selanjutnya adalah pupuk kieserite.

Pupuk kieserite adalah pupuk yang berasal dari bahan mineral dan mengandung unsur hara magnesium dan belerang, bentuk nya berupa butiran dengan rumus kimia MgSO4 H2O.

Syarat pupuk kieserite yang sesuai dengan SNI 02-2807-1992 dapat dilihat pada tabel berikut:

SNI 02-2807-1992 tentang pupuk kieserite

Semua persyaratan pupuk kieserite tersebut dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.5. Pupuk yang mengandung Unsur Kalsium (Ca)

Unsur Ca pada pupuk dapat diperoleh dari pupuk dolomite dan kapur pertanian.

Syarat mutu pupuk dolomite telah diulas sebelumnya pada bagian C.4.2.

Kapur untuk pertanian adalah bahan alamiah atau suatu produk yang mengandung senyawa utama kalsium (Ca) yang bersifat basa dan dapat digunakan untuk mengubah sifat keasaman tanah yang digunakan langsung dalam pertanian atau perkebunan.

Syarat mutu pupuk kapur pertanian yang sesuai adalah merujuk pada SNI 02-0482-1998.

SNI 02-0482-1998 tentang pupuk kapur pertanian

Semua persyaratan kapur untuk pertanian tersebut dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.6. Pupuk yang mengandung Unsur Boron (B)

Pupuk borat (Na2B4O7.5H2O) adalah suatu bahan kimia berbentuk tepung yang mudah dicurahkan.

Syarat mutu pupuk borat yang sesuai dengan SNI 02-4959-1999 dapat dilihat pada tabel berikut:

SNI 02-4959-1999 tentang pupuk borat

Semua syarat mutu pupuk borat tersebut dihitung berdasarkan bahan kering (kecuali kadar air).

C.7. Pupuk yang mengandung Unsur Tembaga (Cu)

Secara umum, pupuk tunggal yang mengandung unsur Cu dapat diperoleh dari pupuk CuSO4 dan Cu-EDTA.

Sejauh ini, tidak ditemukannya syarat mutu yang merujuk pada SNI untuk jenis pupuk CuSO4 dan Cu-EDTA.

Sebagai pedoman untuk menentukan kualitas pupuk yang mengandung unsur Cu, dapat dilakukan uji laboratorium seperti pada tabel berikut:

Parameter uji pupuk cuso4 dan cu-edta

Adapun ambang batas atau nilai toleransi yang bisa digunakan untuk menentukan kualitas pupuk yang mengandung unsur Cu adalah bisa merujuk nilai toleransi dari pupuk NPK yaitu 8%.

C.8. Pupuk yang mengandung Unsur Seng (Zn)

Pupuk tunggal yang mengandung unsur Zn dapat diperoleh dari ZnSO4 dan Zn-EDTA.

Sama halnya pupuk Cu, pupuk Zn ini belum memiliki nilai rujukan untuk menentukan kualitasnya.

Sebagai pedoman untuk menentukan kualitasnya, lakukan uji laboratorium pada parameter berikut:

parameter uji pupuk cuso4 dan cu-edta

Adapun ambang batas atau nilai toleransi yang bisa digunakan untuk menentukan kualitas pupuk yang mengandung unsur Zn adalah bisa merujuk nilai toleransi dari pupuk NPK yaitu 8%.

Selanjutnya pupuk yang sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman kelapa sawit berasal dari pupuk majemuk.

Lebih detail pembahasan tentang pupuk majemuk silahkan baca pada artikel dibawah ini:

Baca Juga: Jenis Pupuk Majemuk untuk Tanaman Kelapa Sawit

Referensi:

SNI 2901:2010 tentang Pupuk Urea

SNI 02-0086-2005 tentang Pupuk tripel super fosfat

SNI 02-0482-1998 tentang Kapur untuk pertanian

SNI 02-2804-2005 tentang Pupuk dolomit

SNI 02-2807-1992 tentang Pupuk kiseret

SNI 02-2858-2005 tentang diamonium fosfat

SNI 02-3769-2005 tentang Pupuk SP-36

SNI 02-3776-2005. Pupuk Fosfat Alam Untuk Pertanian

SNI 02-4959-1999 tentang Pupuk borat

SNI 02-1760-2005 tentang Pupuk amonium sulfat

SNI 02-2805-2005 tentang Pupuk kalium klorida

2 Thoughts to “Jenis Pupuk Sawit Yang Perlu Anda Persiapkan Selalu”

  1. […] Baca Juga: Jenis Pupuk Sawit yang Perlu di Persiapkan […]

Leave a Comment