{"id":1554,"date":"2019-11-25T06:47:28","date_gmt":"2019-11-25T06:47:28","guid":{"rendered":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/?p=1554"},"modified":"2019-11-25T06:47:28","modified_gmt":"2019-11-25T06:47:28","slug":"kesalahan-lsu-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/","title":{"rendered":"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk"},"content":{"rendered":"\n<p>Susun Bentang Alam &#8211; Kesalahan LSU Sawit merupakan faktor yang mengakibatkan kesalahan dosis dan jenis pupuk yang diberikan untuk tanaman kelapa sawit. <\/p>\n\n\n\n<p>LSU atau KCD adalah kumpulan <a href=\"https:\/\/www.academia.edu\/36170340\/LEAF_SAMPLING_UNIT_LSU_SOIL_SAMPLING_UNIT_SSU_and_MANFAATNYA\">sampel daun<\/a> yang diperoleh dari beberapa tanaman kelapa sawit dibeberapa lokasi yang mewakili kondisi seluruh tanaman di perkebunan kelapa sawit.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak tujuan LSU atau KCD adalah: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li> Memantau kualitas tanaman <\/li><li> Mengidentifikasi gejalah defisiensi unsur hara <\/li><li> Mengidentifikasi adanya serangan hama dan penyakit tanaman <\/li><li> Memberikan rekomendasi pemupukan dan masih banyak lagi. <\/li><li> Serta untuk keperluan lainnya. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kesalahan yang sering terjadi pada saat dilakukan pengambilan sampel daun sawit diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Baca Juga:  <strong><a href=\"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/sampel-daun-sawit\/\">Sampel Daun Sawit, Apa Manfaatnya?<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>A. Kesalahan LSU Terjadi Karena Salah Menentukan Nomor Pohon<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pelepah yang diambil untuk kegiatan LSU atau KCD\nadalah pelepah ke-17 untuk tanaman menghasilkan (TM) dan pelepah ke-9 untuk\ntanaman belum menghasilkan (TBM).<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci suksesnya dari kegiatan LSU atau KCD adalah\npenentuan nomor pelepah. Kenapa demikian? <\/p>\n\n\n\n<p>Apabila pelepah yang kita ambil adalah pelepah muda (kecil\ndari 17 untuk TM dan kecil dari 9 untuk TBM) atau sebaliknya maka terjadi\npenyimpangan pada hasil analisa laboratorium.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika diambil dari pelepah yang lebih mudah pelepah ke-17 atau ke-9, maka kandungan nutrisi akan lebih tinggi dari yang seharusnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya jika pelepah diambil lebih tua dari pelepah ke-17 atau ke-9, maka kandungan nutrisi akan lebih rendah dari yang seharusnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahan LSU sawit berikutnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>B. Kompetensi Petugas Pengambil Sampel<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Petugas pengambil sampel memiliki tanggung jawab\nterhadap proses pengambilan sampel. Dalam hal ini, sampel yang kita maksud\nadalah sampel daun sawit.<\/p>\n\n\n\n<p>Personel yang melakukan pengambilan sampel daun\nsebaiknya harus memiliki kompetensi secara khusus dibidang pengambilan sampel jaringan\ntanaman dari tanaman kelapa sawit. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa demikian? Karena untuk melakukan pengambilan\nsampel jaringan tanaman dari tanaman kelapa sawit, diperlukan keahlian khusus\nuntuk meminimalisasi kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa, sampel daun sawit yang diambil\nakan dibawa ke laboratorium pengujian, dengan tujuan untuk ditentukannya\nkonsentrasi nutrisi yang terkandung pada tanaman kelapa sawit.<\/p>\n\n\n\n<p>Personel yang tidak memiliki kompetensi, maka dapat disimpulkan bahwa data hasil analisa laboratorium bersifat tidak akurat dan presisi. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini berujung pada salahnya dosis dan jenis pupuk yang akan diaplikasikan ke tanaman kelapa sawit. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>C. Salah Penentuan Pohon Contoh<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pohon yang akan dijadikan sebagai pohon contoh juga\nharus dipilih sebaik mungkin. Sifatnya adalah mewakili keseluruhan tanaman yang\nada di suatu perkebunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak diantara kita, terutama apabila bekerja tanpa adanya pengawasan dari supervisor (mandor) melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan SOP yang ada.  <\/p>\n\n\n\n<p>Manasajakah pohon yang tidak bisa dijadikan sebagai pohon contoh:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pohon berada di tepi jalan, sungai, parit, jurang, pemukiman (rumah), kandang hewan ternak. <\/li><li>Pohon yang terserang hama atau penyakit tanaman.<\/li><li>Pohon sisipan.<\/li><li>Pohon kerdil atau gajah (abnormal).<\/li><li>Pohon yang terkena penanganan khusus.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Intinya, penentuan pohon contoh harus bersifat mewakili dari sekumpulan tanaman kelapa sawit pada satu hamparan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>D. Pengambilan Sampel Dilakukan Pada Saat Hujan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Saat hujan, sebaiknya proses pengambilan tidak dilakukan. Apabila kegiatan pengambilan sampel sedang berlangsung, maka harus dihentikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain menyulitkan pertugas pengambil sampel, terdapat beberapa dampak buruk apabila tetap dilakukan pengambilan sampel daun atau tanah. <\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya dampak yang timbul adalah pada air hujan mengandung partikel-partikel yang berasal dari udara seperti SOx, NOx dan partikel lainnya sehingga akan memberikan kontaminasi pada sampel yang diambil.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, hindari pengambilan sampel daun dan tanah di perkebunan sawit pada saat cuaca sedang hujan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>E. Pengambilan Dilakukan Setelah Pemupukan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pengambilan sampel yang dilakukan setelah pemupukan,\nmenyebabkan terjadinya penyimpangan kandungan nutrisi pada daun yang akan kita\nambil (biasanya lebih tinggi dari nilai rata-rata)<\/p>\n\n\n\n<p>Usahakan pengambilan sampel daun dilakukan setelah 1\nbulan dari proses pemupukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tetap dilakukan, dampak yang timbul adalah dosis\ndan jenis pupuk yang diberikan menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan yang\nsebenarna.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat setelah (2 atau 3 hari setelah pemupukan) biasanya unsur hara di daun akan lebih tinggi dari biasanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena proses transfer nutrisi pada serabut (urat) pohon masih sangat tinggi. Nutrisi tersebut belum menjadi penyusun jaringan tumbuhan melainkan masih dalam tahap sintesis. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>F. Pengambilan sampel daun dari pohon yang sakit<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tanaman yang terserang hama atau penyakit genetik lainnya, biasanya ketidakseimbangan nutrisi sangat mungkin terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena terganggunya sistem metabolisme tumbuhan yang disebabkan oleh adanya gangguan secara internal atau eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sungguh sangat fatal apabila pohon&nbsp; seperti ini dijadikan sebagai pohon contoh karena rekomendasi pupuk yang diberikan menjadi tidak sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>G. Kesalahan LSU Sawit Karena Sampel Daun atau Pelepah Menyentuh Tanah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada saat proses pengambilan sampel, kita sering tidak\nmemperhatikan posisi pelepah yang menyentuh&nbsp; tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang pada saat pelepah itu jatuh dari pohon pasti\nakan menyentuh tanah karena akan cukup berbahaya jika kita tangkap. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengatasi hal ini, sebisa mungkin meminimalisasi\nkontak antara sampel jaringan tanaman dengan tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini akan menyebabkan adanya kontaminasi dari tanah sehingga data yang dihasilkan menjadi menyimpang. <\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih lagi apabila sampel tidak dibersihkan oleh akuades atau alkohol. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>H. Sampel jaringan tanaman tidak dibersihkan dengan akuades atau alkohol<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pembersihan sangat penting untuk dilakukan karena pada\ntahap ini, semua pengotor yang menempel di permukaan daun (sampel) menjadi\nkontaminan pada proses analisa sampel di laboratorium. <\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang ada petugas pengambil sampel yang tidak\npernah membersihkan sampel daunnya dengan akuades atau alkohol. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini jangan dilakukan karena akan berdampak besar\nterhadap data yang dihasilkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Memang jika dikaji lebih dalam terhadap data yang\ndihasilkan bahwa antara data yang dihasilkan dari sampel yang dibersihkan dan\ntidak dibersihkan tidak berbeda secara nyata. <\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi ada beberapa parameter yang memiliki pengaruh\nyang tinggi seperti Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) sehingga\npembersihan harus dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu hal tersebut mencerminkan konsistensi kita\ndalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai kesalahan lsu sawit yang sering terjadi pada proses pengambilan Leaf Sampling Unit. Semoga bermanfaat, Terimakasih <\/p>\n\n\n\n<p>Salam Tanda Berduri. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahap awal untuk mendapatkan dosis dan jenis pupuk yang tepat untuk tanaman kelapa sawit adalah melalui Leaf Sampling Unit (LSU). Tentunya kegiatan ini merupakan kunci suksesnya program pemupukan. Berikut ini kesalahan yang sering terjadi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1561,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_canvas","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[9,10],"class_list":["post-1554","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perawatan-sawit","tag-leaf-sampling-unit","tag-lsu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kesalahan pada saat melakukan LSU (Leaf Sampling Unit) merupakan sumber masalah dari akurasi dosis dan jenis pupuk tanaman kelapa sawit.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesalahan pada saat melakukan LSU (Leaf Sampling Unit) merupakan sumber masalah dari akurasi dosis dan jenis pupuk tanaman kelapa sawit.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Seputar Perkebunan Sawit\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-25T06:47:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilham M.Si\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilham M.Si\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ilham M.Si\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/382a172c80937ea6ab4090c002a97f4f\"},\"headline\":\"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk\",\"datePublished\":\"2019-11-25T06:47:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/\"},\"wordCount\":917,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"keywords\":[\"Leaf Sampling Unit\",\"LSU\"],\"articleSection\":[\"Perawatan Sawit\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/\",\"name\":\"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2019-11-25T06:47:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/382a172c80937ea6ab4090c002a97f4f\"},\"description\":\"Kesalahan pada saat melakukan LSU (Leaf Sampling Unit) merupakan sumber masalah dari akurasi dosis dan jenis pupuk tanaman kelapa sawit.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/kesalahan-lsu-sawit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Seputar Perkebunan Sawit\",\"description\":\"&quot;Berkelanjutan dan Produktif&quot;\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/382a172c80937ea6ab4090c002a97f4f\",\"name\":\"Ilham M.Si\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/20ce55d0d8bd1fb8dece0b1f287496cdd886f9bb01e7af7de70a3c61507cca96?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/20ce55d0d8bd1fb8dece0b1f287496cdd886f9bb01e7af7de70a3c61507cca96?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/20ce55d0d8bd1fb8dece0b1f287496cdd886f9bb01e7af7de70a3c61507cca96?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilham M.Si\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/susunbentangalam.co.id\\\/blog\\\/author\\\/1211ilhamgmail-com\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk","description":"Kesalahan pada saat melakukan LSU (Leaf Sampling Unit) merupakan sumber masalah dari akurasi dosis dan jenis pupuk tanaman kelapa sawit.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk","og_description":"Kesalahan pada saat melakukan LSU (Leaf Sampling Unit) merupakan sumber masalah dari akurasi dosis dan jenis pupuk tanaman kelapa sawit.","og_url":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/","og_site_name":"Seputar Perkebunan Sawit","article_published_time":"2019-11-25T06:47:28+00:00","author":"Ilham M.Si","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilham M.Si","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/"},"author":{"name":"Ilham M.Si","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/382a172c80937ea6ab4090c002a97f4f"},"headline":"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk","datePublished":"2019-11-25T06:47:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/"},"wordCount":917,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","keywords":["Leaf Sampling Unit","LSU"],"articleSection":["Perawatan Sawit"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/","url":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/","name":"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk","isPartOf":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2019-11-25T06:47:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/382a172c80937ea6ab4090c002a97f4f"},"description":"Kesalahan pada saat melakukan LSU (Leaf Sampling Unit) merupakan sumber masalah dari akurasi dosis dan jenis pupuk tanaman kelapa sawit.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/kesalahan-lsu-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kesalahan LSU Sawit, Faktor Utama Salah Rekomendasi Pupuk"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/","name":"Seputar Perkebunan Sawit","description":"&quot;Berkelanjutan dan Produktif&quot;","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/382a172c80937ea6ab4090c002a97f4f","name":"Ilham M.Si","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20ce55d0d8bd1fb8dece0b1f287496cdd886f9bb01e7af7de70a3c61507cca96?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20ce55d0d8bd1fb8dece0b1f287496cdd886f9bb01e7af7de70a3c61507cca96?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20ce55d0d8bd1fb8dece0b1f287496cdd886f9bb01e7af7de70a3c61507cca96?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilham M.Si"},"sameAs":["http:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog"],"url":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/author\/1211ilhamgmail-com\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1554","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1554"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1554\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/susunbentangalam.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}